STUDI KEAMANAN OPERASIONAL, KETEPATAN WAKTU, DAN OKUPANSI KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.54564/jtsa.v25i1.269Keywords:
Kereta Cepat Jakarta–Bandung, keamanan operasional, ketepatan waktu, okupansi penumpang, KCJB.Abstract
Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) merupakan proyek strategis nasional hasil kerja sama Indonesia–Tiongkok yang menjadi pelopor layanan kereta cepat di Asia Tenggara dengan kecepatan operasi hingga 350 km/jam. Kecepatan tinggi tersebut menuntut penerapan prosedur keamanan operasional yang ketat dan andal guna menjamin keselamatan, keandalan layanan, serta ketepatan waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja operasional KCJB berdasarkan aspek keamanan, kapasitas, okupansi penumpang, dan ketepatan waktu. Metode analisis yang digunakan meliputi perhitungan geometris untuk menentukan kapasitas penumpang maksimal, metode okupansi untuk mengukur tingkat pemanfaatan kapasitas tempat duduk, metode ketepatan waktu untuk menilai persentase perjalanan sesuai jadwal, serta analisis keterlambatan dan kedatangan lebih awal guna mengetahui realisasi waktu tempuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan operasional KCJB telah memenuhi standar internasional dan regulasi nasional dengan tingkat keselamatan yang sangat baik. Kinerja ketepatan waktu tergolong stabil dengan persentase keterlambatan yang rendah, yaitu 0,79–2,79% per bulan, serta perjalanan tanpa gangguan yang konsisten di atas 97%. Namun demikian, tingkat okupansi penumpang pada periode Agustus–Oktober masih relatif rendah dengan rata-rata 41,90%, yang menunjukkan pemanfaatan kapasitas angkut belum optimal dan berpotensi memengaruhi efisiensi operasional serta pendapatan KCJB.Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Garindhra Defandhika Arafari, Sudarwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
