ANALISIS TARIF BISKITA TRANS DEPOK BERBASIS BIAYA OPERASIONAL, PREFERENSI PENGGUNA (ATP - WTP) DAN LOAD FACTOR UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN

Authors

  • Susi Susana Universitas Jayabaya
  • Sri Yuniarti Universitas Jayabaya

DOI:

https://doi.org/10.54564/jtsa.v25i1.271

Keywords:

BRT, BOK, ATP, WTP, load factor, tarif angkutan umum

Abstract

Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Biskita Trans Depok menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi, ditandai dengan load factor yang sering melebihi kapasitas ideal. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan keberlanjutan operasional, terutama ketika kebijakan tarif belum sepenuhnya mempertimbangkan biaya operasional dan preferensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan armada, mengevaluasi tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), serta load factor, dan merumuskan tarif yang seimbang antara keberlanjutan operasional dan keterjangkauan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan armada dan headway, perhitungan BOK sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, serta survei ATP–WTP terhadap 100 responden. Hasil menunjukkan armada eksisting 15 unit belum memadai pada jam puncak; penambahan menjadi 18 unit dengan headway ±6 menit efektif menurunkan load factor ke tingkat yang lebih ideal. Tarif berbasis BOK diperoleh sebesar Rp4.900 per perjalanan (asumsi load factor 100%), dengan rata-rata ATP Rp5.700 dan WTP Rp5.500. Tarif Rp5.500 dinilai paling rasional karena berada dalam batas kemauan membayar pengguna dan mendukung keberlanjutan operasional.

Author Biography

Sri Yuniarti, Universitas Jayabaya

Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Biskita Trans Depok menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi, ditandai dengan load factor yang sering melebihi kapasitas ideal. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan keberlanjutan operasional, terutama ketika kebijakan tarif belum sepenuhnya mempertimbangkan biaya operasional dan preferensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan armada, mengevaluasi tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), serta load factor, dan merumuskan tarif yang seimbang antara keberlanjutan operasional dan keterjangkauan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan armada dan headway, perhitungan BOK sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, serta survei ATP–WTP terhadap 100 responden. Hasil menunjukkan armada eksisting 15 unit belum memadai pada jam puncak; penambahan menjadi 18 unit dengan headway ±6 menit efektif menurunkan load factor ke tingkat yang lebih ideal. Tarif berbasis BOK diperoleh sebesar Rp4.900 per perjalanan (asumsi load factor 100%), dengan rata-rata ATP Rp5.700 dan WTP Rp5.500. Tarif Rp5.500 dinilai paling rasional karena berada dalam batas kemauan membayar pengguna dan mendukung keberlanjutan operasional.

Published

2026-05-06

How to Cite

Susana, S., & Yuniarti, S. (2026). ANALISIS TARIF BISKITA TRANS DEPOK BERBASIS BIAYA OPERASIONAL, PREFERENSI PENGGUNA (ATP - WTP) DAN LOAD FACTOR UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN. JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR, 25(1), 53 - 60. https://doi.org/10.54564/jtsa.v25i1.271

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>